Badan Penanggulangan Bencana Daerah Madina – Unofficial website

Berikut adalah peta sederhana Kabupaten Mandailing Natal

 

Peraturan Perundangan

Undang-Undang

UU No 24 thn 2007 tentang Penanggulangan Bencana

 

Peraturan Pemerintah

PP 21 thn 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

PP 22 thn 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana

PP 23 thn 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah Dalam Penanggulangan Bencana

 

Peraturan Presiden

Perpres 8 thn 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana

 

Peraturan Kepala BNPB

Perka 3 thn 2008 tentang Pedoman Pembentukan BPBD

 

Peraturan Menteri

Permendagri 46 thn 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja BPBD

 

Peraturan Daerah

Perda No 10 thn 2010 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja BPBD Kab. Madina, sebagaimana telah diubah dengan Perda no 5 thn 2011 tentang Perubahan atas perda no 10 thn 2010 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja BPBD Kab. Madina

 

Peraturan Bupati

 

 

 

 

Kebakaran Rumah

AWAS KEBAKARAN !!

Kebakaran merupakan bencana yang lebih banyak disebabkan oleh kelalaian manusia (human error) dengan dampak kerugian harta benda, stagnasi atau terhentinya usaha, terhambatnya perekonomian dan pemerintahan bahkan korban jiwa.
Data menunjukkan kejadian kebakaran yang menimpa bangunan perumahan/pemukiman penduduk pada umumnya terbakar habis karena menggunakan bahan/elemen yang mudah terbakar. Sedangkan pada bangunan gedung dengan rangka beton masih meninggalkan sisa rangka fisik.

Bahaya kebakaran bisa terjadi dan akan terjadi kapan saja, dimana saja. Bahkan di hutan, perumahan, kantor-kantor dan gedung tinggi.

Pengenalan kelas-kelas kebakaran
Kebakaran di indonesia dibagi menjadi tiga kelas, yaitu :

•    Kelas A
Disebakan oleh :
Benda-benda padat, misalnya : kertas, kayu, plastik, keret, busa dan lain-lainnya
Media pemadaman :
Air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan alat pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering

•    Kelas B
Disebabkan oleh :
Cairan yang mudah terbakar, misalnya : bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya
Media pemadaman :
Pasir dan alat pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.
Dilarang memakain air untuk jenis ini karean berat jenis air lebih tinggi dari berat jenis bahan-bahan di atas.

•    Kelas C
Disebabkan oleh : listrik
Media pemadaman :  alat pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran

Petunjuk pencegahan bahaya kebakaran
•    PERHATIKAN INSTALASI LISTRIK
Periksa secara berkala instalasi listrik di rumah. Apabila ada kabel rapuh, sambungan atau stop kontak yang aus atau tidak rapat segera ganti dengan yang baru

•    PERIKSA KONDISI DAPUR
Periksa kondisi tungku masak (baik kompor minyak maupun kompor gas, selang, tabung dll). Segera ganti apabila ada komponen yang rapuh atau bocor.

•    TEMPATKAN BAHAN-BAHAN YANG MUDAH TERBAKAR PADA RUANGAN KHUSUS
Bahan-bahan yang mudah terbakar tidak ditempatkan bercampur dengan bahan yang dapat menimbulkan reaksi kebakaran

Hindari !!!
–    Penggunaan peralatan listrik melebihi beban kapasitas meter listrik
–    Pemasangan instalasi listrik dengan terlalu banyak sambungan (dengan isolasi) di rumah. Apabila terkena panas listrik mudah memuai dan mengelupas
–    Pada saat lampu padam, jangan letakkan lilin dekat bahan yang mudah terbakar (kasur, kain, kayu)
–    Hindari peralatan dan bahan yang mudah terbakar dari jangkauan anak-anak

Siapkah kita jika terjadi kebakaran ?
•    Penggunaan lift kebakaran dan tangga kebakaran
Pada bangunan lebih dari 4 lantai harus disediakan lift dan tangga kebakaran
•    Persiapan reservoir
Reservoir harus selalu terisi air minimal untuk kebutuhan pemadaman selama 45 menit
•    Siapkan jalan keluar darurat

Tanah Longsor

Waspada Tanah Longsor

Tanah longsor sering terjadi di Indonesia, taerutama pada musim penghuja. Kejadian bencana pada umumnya terjadi di daerah perbukitan sehingga banyak menimpa masyarakat di daerah kaki bukit serta menghancurkan prasarana transportasi seperti jalan, jembatan, dan rel kereta api.

Upaya pencegahan untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor :
•    Kenali  daerah tempat tinggal kita sehingga jika terdapat ciri-ciri daerah rawan longsor kita dapat menghindar.
•    Perbaiki tata air dan tata guna lahandaerha lereng.
•    Tanami daerah lereng dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam (akar tunggang)
•    Tutup retakan-retakan yang timbul di atas tebing dengan material lempung untuk mencegah air masuk kedalam tanah
•    Selalu waspada pada sat musim hujan terutama pada saat curah hujan yang tinggi dalam waktu lama.
•    Waspada terhadap mata air/rembesan dan kejadian longsor skala kecil di sepanjang lereng.

Situasi saat longsor :
•    Bencana tanah longsor pada umumnya terjadi secara mendadak pada saat atau setelah terjadi hujan.
•    Kejadian longsor pada umumnya terjadi dengan diikuti suara gemuruh, disertai gerakan massa tanah dan/ atau batuan yang meluncur sangat cepat kebawah bukit menyapu apa yang dilewati.

Apa yang dilakukan saat kejadian
Kebanyakan pendudukdi bawah lereng tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar pada saat massa tanah sudah mulai meluncur ke bawah
Evakuasi penduduk jika tebing telah menunjukkan gejala akan longsor

Apa yang dilakukan setelah kejadian
Lakukan evakuasi korban yang tertimbun secara hati-hati, karena penggalian pada timbunan dapat memicu terjadinya longsoran baru.
Lakukan evakuasi penduduk yang tinggal di daerah bahaya ke tempat penampungan yang aman.
Ceri sumber-sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk daerah penampungan yang aman.
Segera hubungi pihak terkait seperti Kepala Desa/Lurah atau Camat sehingga kejadian bencana dapat ditangani dengan segera secara terkoordinasi

Waspadailah
•    Tumpukan tanah gembur dan lolos air(lempung, lempung pasiran, dan pasir
•    Retakan lengkungan pada lereng atau retakan pada bangunan dan jalan pada saat/setelah turun hujan
•    Lapisan tanah atau batuan yang miring kearah luar lereng. Munculnya rembesan air pada lereng

Jangan dilakukan :
•    Mendirikan bangunan diatas lerengrawan longsor
•    Mencetak kolam atau sawah irigasi di atas dan pada rawan longsor
•    Melakukan penggalian di sekitar kaki lereng yang rawan longsor
•    Menebang pohon sembarangan pada dan di sekitar lereng yang rawan longsor
•    Tinggal dibawah lereng rawan longsor

Yang harus dilakukan
•    Melapor ke aparat desa atau kelurahan setempat
•    Tutup retakan tanah dengan lempung atau material kedap air lainnya
•    Hindari air meresap ke dalam lereng dan atur drainase lereng

  • Buat parit pengatur air hujan yang menjauhi lereng
  • Tancapkan bambu-bambu yang dilubangi kedua ujungnya kedalam lereng
  •  Apabila rembesan/ aliran air bercampur lumpur muncul semakin deras pada lereng, segera tinggalkan lereng

Gunung Api

KENALI GEJALA DAN CARA PENYELAMATAN BAHAYA LETUSAN GUNUNG BERAPI

Mitigasi bencana gunung berapi

Upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda akibat letusan gunung berapi, tindakan yang perlu dilakukan :
1.    Pemantuan
Aktivitas gunung api dipantau selama 24 jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf). Data harian hasil pemantuan dilaporkan ke kantor Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung dengan menggunakan  radio komunikasi SSB.
Petugas pos pengamatan Gunung Berapi menyampaikan laporan bulanan ke pemda setempat.
2.    Tanggap Darurat

Tindakan yang dilakukan oleh DVMG ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi.
Tindakan tersebut antara lain :
–    Mengevaluasi laporan dan data
–    Membentuk Tim Tanggap Darurat
–    Mengirimkan Tim ke lokasi
–    Melakukan pemeriksaan secara terpadu
3.    Pemetaan
Peta kawasan rawan bencana gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya gunung berapi, daerah rawan bencana, arah penyelamatan diri, lokasi pengungsian, dan pos penggulangan bencana
4.    Penyelidikan
Penyelidikan gunung berapi menggunakan metoda Geologi, Geofisika, dan Geokimia.
Hasil penyelidikan ditampilkan dalam bentuk buku, peta dan dokumen lainnya
5.    Sosialisasi
Petugas melakukan sosialisasi kepada pemerintah Daerah serta masyarakat terutama yang tinggal di sekitar gunung berapi.
Bentuk sosialisasi dapat berupa pengiriman informasi kepada Pemda dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

Bahaya Gunung Berapi
1.    Aliran Lava
Lava adalah magma yang meleler ke permukaan bumi melalui lubang kepundan atau  rekahan, suhunya > 1000° C, dapat merusak segala bentuk infrastruktur.

2.    Aliran PIROKLASTIK / Awan PANAS
Aliran piroklastik/awan panas adalah aliran material vulkanik panas yang terdiri atas batuan berat(padat), ringan (berongga) lava massif dan butiran klastik yang pergerakannya dipengaruhi  gravitasi dan cenderung mengalir melalui lembah dengan kecepatan 10-100 m/detik pada suhu antara 100-1000°C

3.    Jatuhan PIROKLASTIK
Adalah material yang disemburkan ke udara oleh suatu letusan gunung berapi kemudian jatuh kembali ke permukaan bumi, material ringan seperti  abu dapat tertiup angin sampai jauh puluhan bahkann ribuan kilometer.
–    Menimbulkan hujan abu
–    Membahayakan penerbangan
–    Membahayakan saluran pernafasan
–    Dapat merobohkan bangunan

4.    Gas beracun
Adalah gas vulkanik yang dapat mematikan seketika apabila terhirup ke dalam tubuh dalam konsentrasi di atas ambang batas.
Gas tersebut antara lain :
CO2, SO2, Rn, H2S, HCI, HF, H2SO4
Gas tersebut pada umumnya tidak berwarna dan tidak berbau

5.    Longsor GUNUNG BERAPI
–    longsoran pada tubuh gunung berapi yang terjadi bukan/akibat gunung berapi
–    akibat lemahnya ikatan bebatuan pada tubuh gunung berapi
–    akibat dorongan energi letusan yang menyamping

6.    Lahar LETUSAN

Lahar letusan terjadi pada gunung berapi yang mempunyai danau kawah, terjadi bersamaan
saat letusan, air bercampur material lepas gunung berapi mengalir dalam bentuk banjir lahar

7.    lahar HUJAN

Lahar hujan terjadi akibat endapan material yang diletuskan diangkut oleh hujan menyebkan banjir, lumpur, panas, atau dingin

Persiapan dalam Menghadapi letusan Gunung Berapi
–    mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi
–    membuat perencanaan penanganan bencana
–    mempersiapkan pengungsian jika diperlukan
–    Mempersiapkan kebutuhan dasar

Jika terjadi letusan gunung berapi
–    Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
–    ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas
–    persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan
–    kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti : baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya
–    jangan memakai lensa kontak
–    pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung
–    saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan

setelah terjadinya letusan gunung berapi
–    jauhi wilayah yang terkena hujan abu
–    bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan
–    Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, persneling hingga pengapian

Persiapan penanganan bencana oleh masyarakat bisa !..

1    Mengurangi kemungkinan
Untuk mengurangi kemungkinan bencana di suatu wilayah, tindakan pencegahan bencana perlu dilakukan oleh pemerintah dan masyarakatnya.

2    Mengurangi Korban
Pada saat bencana terjadi, korban yang timbul umumnya disebabkan oleh kurangnya persiapan. Persiapan yang baik akan bisa membantu masyarakat untuk melakukan tindakan yang tepat guna dan tepat waktu.

3    Mengurangi resiko
Bencana bisa menyebabkan kerusakan dan / atau korban jiwa. Dengan mengetahui cara pencegahannya masyarakat bisa mengurangi resiko ini.

4    Menjalin kerjasama
Penanggulangan bencana hendaknya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kerjasama itu sangat penting untuk memperlancar proses penanggulangan bencana.

Banjir

Waspada Bahaya Banjir

Bencana banjir Hampir setiap musim penghujan melanda Indonesi. Berdasarkan nilai kerugian dan frekuensi kejadian bencana banjir terlihat adanya peningkatan yang cukup berarti. Kejadian bencana banjir tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam berupa curah hujan diatas normal dan adanya pasang naik air laut.
Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah bantaran sungai dan daerah resapan air) penggundulan hutan, pembuangan sampah, kedalam sungain dsb.

Kenali Penyebab Banjir
•    Curah hujan tinggi
•    Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
•    Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran airkeluar sempit
•    Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
•    Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bagunan din pinggir sungai
•    Kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai

Mengurangi Dampak Banjir
•    Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
•    Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
•    Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir
•    Tidak membuang sampah kedalam sungai. Mengadakan program pengerukan sungai.
•    Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
•    Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas dibagian rawan banjir.

Yang Harus Dilakukan Saat Banjir
•    Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana
•    Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk disebrangi
•    Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir.
•    Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
•    Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat

Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
•    Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.
•    Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir.

Cegah Banjir dengan
•    Menjaga kebersihan lingkungan
•    Tanam pohon di sepanjang aliran sungai
•    Bersihkan saluran air secara berkala

Gempa Bumi

Waspada Gempa Bumi
APA ITU GEMPA BUMI
Gempa Bumi adalah getaran di tanah yang disebabkan oleh pergerakan permukaan bumi. Episentrum adalah titik di permukaan bumi, tepat ditas pusat gempa. Hiposentrum    berada jauh dalam tanah ditempat batuan pecah 7 bergeser untuk pertama kali.Gempa Bumi yang kuat dapat menyebabkan kerusakan besar bagi gedung, jembatan dan bangunan lain, termasuk juga korban nyawa.

JENIS GEMPA BUMI

  • GEMPA BUMI VULKANIK

Adalah getaran kuat akibat kegiatan gunung berapi.

  • GEMPA BUMI TEKTONIK

Adalah getaran kuat yang diakibatkan oleh patahan bumi karena pergesekan lempeng samudera atau lempeng bumi.

Kebanyakan gempa bumi berasal dari kerak bumi yang tidak jauh dari bawah tanah. Kadang gempa juga bisa terjadi sangat jauh dibawah permukaan bumi.
Tanda-tanda terjadinya gempa:

  • DI DALAM BANGUNAN

Semua benda yang tergantung bergoyang dan berjatuhan, misalnya : lampu gantung, pigura, jam dinding, lukisan dan lai-lain. Semua benda yang berdiri atau terletak diatas meja bergeser dan berjatuhan, misalnya : TV, radio, jam, alat makan, kompor dll.

  • DI LUAR BANGUNAN

Pohon, tiang listrik dan lampu jalan, jembatan serta gedung bergetar, bahkan jika terjadi getaran sangat kuat akan mengakibatkan tumbang dan roboh. Retakan/rekahan akan terlihat jelas pada permukaan tanah, dinding bangunan, dan jembatan.

SAAT TERJADI GEMPA
BILA BERADA DI DALAM BANGUNAN

  • Bila memungkinkan, segera cari jalan keluar yang aman
  • Bersembunyi dibawah meja, untuk menghindari reruntuhan
  • Hindari berada di dekat lemari, lemari es dan benda-benda yang mungkin bisa rubuh
  • Jangan berlari keluar dengan tergesa-gesa/panic

BILA BERADA DI LUAR BANGUNAN

  • Hindari bangunan tinggi, jembatan, tiang listrik, papan reklame
  • Jangan mendekati pohon-pohon yang tinggi
  • Cari tempat terbuka, atau tanah lapang

SETELAH TERJADI GEMPA

  •  Jangan segera masuk ke bangunan setelah terjadi gempa, karena kemungkinan akan terjadi gempa susulan
  • Segera berikan pertolongan pertama terhadap korban gempa
  • Cari informasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang tentang gempa yang terjadi

Gempa Bumi Dapat Diikuti Tsunami Apabila :

  1. Getaran dirasakan sangat kuat.
  2. Menimbulkan kerusakan hebat.
  3. Air laut surut secara drastic dan selang beberapa menit muncul suara gemuruh dari arah laut

Tag Cloud